Diberdayakan oleh Blogger.
RSS

Riwayat Alamiah Penyakit


Setiap penyakit mempunyai pola perjalanan penyakit tersendiri. Dalam garis besarnya tahapan perjalanan penyakit meliputi (1) tahap kepekaan, (2) tahap sebelum gejala nampak, (3) tahap dimana penyakit dikenal secara klinis, dan (4) tahap dimana penderita mengalami cacat. Peranan penyelidikan deskriptif dan analitik bagi berbagai tahap, jelas apabila penyelidikan pertama diketahui faktor resiko dan dengan penyelidikan kedua mengetahu  asosiasi dan hubungan kausal antara penyakit dan faktor tersebut. Pada tahap perjalanan penyakit selanjutnya peranan penyelidikan deskriptif cukup jelas.
Riwayat alamiah penyakit (natural history of disease) adalah deskripsi tentang perjalanan waktu dan perkembangan penyakit pada individu, dimulai sejak terjadinya paparan dengan agen kausal hingga terjadinya akibat penyakit, seperti kesembuhan atau kematian, tanpa terinterupsi oleh suatu intervensi preventif maupun terapetik. Pengertian yang lain adalah perkembangan penyakit secara alamiah, tanpa ikut campur tangan medis atau intervensi kesehatan lainnya.
Beberapa manfaat riwayat alamiah penyakit adalah sebagai berikut :

1.                  Untuk diagnosis > masa inkubasi > berguna untuk diagnosis penyakit atau masalah kesehatan dalam KLB
2.                  Untuk pencegahan penyakit > rantai penyakit > memotong rantai > pemberantasan / pencegahan penyakit
3.                  Untuk terapi

Riwayat Alamiah penyakit terdiri dari empat fase, (1) fase rentan(2) fase subklinis(3) fase klinis(4) fase penyembuhan, cacat dan kematian. Atau juga dibuat dalam 3 tahap,yaitu  :(1) prepatogenesis, (2) patogenesis dan (3) pascapatogenesis.

1)      Prepatogenesis
Periode prepatogenesis adalah adanya interaksi awal antara faktor-faktor host, agent, environment. Pada tahapan ini kondisi host masih sehat. Namun, sudah terjadi interaksi antara host dan agent meskipun agent belum masuk ke tubuh host tersebut. Jika ada perubahan pada host, agent maupun environment seperti jika host lebih rentan dan agent lebih virulen maka agent akan masuk ke host dan berubah menjadi patogenesis. Artinya, pada fase ini penykit belum berkembang tapi kondisi yang melatarbelakangi telah ada. Fase rentan termsuk kedalam tahapan prepatogenesis.
Fase rentan adalah  tahap berlangsungnya etiologis, dimana faktor penyebab pertama untuk pertama kalinya bertemu dengan pejamu.  Disini, faktor penyebab pertama belum menimbulkan penyakit,tetapi telah mulai meletekkan dasar-dasar bagi perkembangan penyakit. Contonya kolesterol LDl (low Density Lipoprotein) yang tinggi meningkatkan kemungkinan penyakit jantung koroner, kebiasaan merokok dapat meningkatkan probabilitas kejadian kanker paru.

2)      Patogenesis
Periode patogenesis adalah periode dimana telah dimulai terjadinya kelainan atau gangguan pada tubuh manusia akibat interaksi antara stimulus penyakit dengan manusia sampai terjadinya kesembuhan, kematian, kelainan yang menetap dan cacat. Pada referensi yang lain memisahkan proses kesembuhan, kematian, kelainan yang menetap dan cacat dalam satu tahap yang disebut fase pascapatogenesis.
Pertama dikenal sebagai tahap inkubasi yaitu tahap dimana mulai masuknya agent ke host, sampai timbul gejala sakit. Yang kedua adalah tahap penyakit dini dimana sudah mulai timbul gejala penyakit dengan tingkatan rendah. Ketiga adalah tahapan penyakit lanjut. Dalam tahap ini penyakit ini telah berkembang pesat dan menyebabkan perubahan pada patologis seseorang.
Periode pathogenesis dapat dibagi menjadi fase subklinis, fase klinis dan fase penyembuhan.
a.       Fase Subklinis
Fase ini disebut juga dengan pre-symtomatic, dimana perubahan fa’ali atau sistem dalam tubuh manusia (proses terjadinya sakit) telah terjadi, namun perubahan yang timbul tidak cukup untuk menimbulkan keluhan sakit. Tapi apabila dilakukan pemeriksaan dengan menggunakan alat-alat kesehatan seperti pap smear (alat yang mendeteksi adanya kelainan pada serviks uterus), atau mammografi (alat yang mendeteksi adanya kelainan pada payudara) maka akan ditemukan kelainan pada tubuh mereka.
b.      Fase Klinis
Pada fase ini perubahan-perubahan yang terjadi pada jaringan tubuh telah cukup untuk  memunculkan gejala-gejala (symptomps) dan tanda-tanda (sign) penyakit. Fase ini dapat dibagi menjadi fase akut dan kronis.
c.       Fase Konvalensens
Merupakan tahap akhir dari fase klinis yang dapat berupa fase konvalenses (penyembuhan) dan meninggal. Fase konvalens dapat berkenbang menjadi sembuh total, sembuh dengan cacat atau gejala sisa (disabilitas atau sekuele) dan penyakit menjadi kronis.
Disabilitas (kecacatan/ketidakmampuan) dapat terjadi apabila terdapat penurunan fungsi sebahagian atau kesluruhan dari struktur/organ tubuh tertentu sehingga menurunkan fungsi aktivitas seseorang secara keseluruhan. Disabiltas dapat bersifat sementra (akut) kronis dan memetap.
Sekuele lebih cendrung kepada adanya defect/ cacat pada struktural jaringan shingga menurunkan fungsi jaringan,akan tetapi tidak sampai mengganggu aktivitas seseorang.


Sutrisna, Bambang. Pengantar Epidemiologi hal 63-64.
CDC. 2010 C
Noor, 1997, Pengantar Epidemiologi Penyakit Menular, Jakarta, PT. Rineaka Cipta

  • Digg
  • Del.icio.us
  • StumbleUpon
  • Reddit
  • RSS

0 komentar:

Poskan Komentar

http://kesmas-online.blogspot.com/